Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Dikutip Reuters, Rabu (26/1/2022), harga minyak pada transaksi hari ini menembus angka 89 dolar per barel, dikarenakan kurangnya pasokan dan ketegangan geopolitik di Eropa dan Asia Barat yang memicu kekhawatiran terciptanya gangguan lebih besar pada pasokan minyak dunia.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden hari Selasa mengatakan jika Rusia menyerang Ukraina, sanksi terhadap pribadi Presiden Vladimir Putin akan dikaji.
Di sisi lain, hari Senin lalu, Ansarullah Yaman melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Al Dharfah di Uni Emirat Arab yang merupakan markas pasukan AS.
Salah seorang pelaku usaha di bidang perminyakan mengatakan, "Kekhawatiran dan kekacauan yang dipicu kemungkinan gangguan pasokan minyak di Asia Barat dan Rusia, membuka peluang kenaikan harga di pasar minyak dunia." (HS)
342/